Limbah minyak jelantah banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Hampir setiap rumah tangga memproduksi limbah ini. Bermula dari banyaknya limbah minyak jelantah yang ada di masyarakat, tim mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 PGSD UMP yang beranggotakan Dian, Didik, Dimas, Dini H., Dini P., Dinna, Ditya, Diyan, dan Evana, dibawah bimbingan Bapak Agung Nugroho M. Pd., memiliki gagasan untuk mengadakan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Gumilir, Cilacap Utara. Pelatihan ini bertujuan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan dari minyak jelantah yang masih dibuang secara sembarangan, serta menciptakan produk baru yang memiliki nilai jual.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Projek Kepemimpinan dan telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 04 Mei 2024 di Desa Gumilir RT. 04 RW. 01, Cilacap Utara. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Didik Setyo Utomo selaku ketua/koordinator dalam kegiatan ini. Dilanjutkan sambutan dari Bapak Budi Setyono, S.I.P selaku Lurah Gumilir dan sambutan dari Ibu Hendarti Retno Pratiwi selaku Ketua PKK RT. 04 RW. 06 Gumilir.

Selanjutnya, pada kegiatan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu sosialisasi mengenai tata cara pembuatan lilin yang dipandu oleh Ditya Arbaningrum dan Diyan Riski Permatahati, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dipandu oleh Dini Harianty, serta pelatihan pengemasan produk dipandu oleh seluruh mahasiswa.

Pembuatan lilin aromaterapi ini menggunakan alat dan bahan yang masih mudah kita dapatkan, apalagi bahan utama untuk membuatnya adalah dari limbah minyak jelantah yang notabene-nya selalu kita jumpai setiap hari setelah menggoreng lauk pauk di rumah. Adapun alat yang digunakan dalam proses pembuatan lilin aromaterapi adalah sendok makan (untuk menakar dan mengaduk), kompor, teflon/wajan, mangkok stainless, pisau, cetakan silikon dan gelas, sedangkan bahannya adalah sumbu lilin, pewarna crayon, minyak jelantah, essential oil, palm wax, dan bleaching earth untuk menjernihkan minyak jelantah sebelum diolah menjadi lilin aromaterapi. adalah sumbu lilin, pewarna crayon, minyak jelantah, essential oil, palm wax, dan bleaching earth untuk menjernihkan minyak jelantah sebelum diolah menjadi lilin aromaterapi.

Pembuatan lilin aromaterapi dimulai dari merendam minyak jelantah dengan bleaching earth selama kurang lebih 24 jam, kemudian sebanyak 10 sdm (150 ml) minyak jelantah di “tim” dengan 10 sdm (100 gr) palm wax. Selanjutnya diberi pewarna crayon dan diaduk hingga tercampur rata. Setelah tercampur rata, menambahkan 1 sdm (15 ml) essential oil. Jika sudah tercampur rata, adonan siap dicetak dan diberi sumbu. Selanjutnya, lilin didiamkan selama 24 jam hingga mengeras. Setelah lilin mengeras, lilin dapat digunakan.

Pelatihan ini tidak berhenti pada pembuatan produk saja, namun ada kegiatan tambahan yaitu pelatihan untuk mengemas produk. Setelah kegiatan pembuatan lilin aromaterapi, Ibu-ibu PKK RT. 04 RW. 01 Gumilir berlatih untuk mengemas produk tersebut agar terlihat menarik sehingga dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi. Pelatihan ini diharapkan mampu menstimulasi Ibu-ibu PKK agar peduli dengan lingkungan, memiliki kreativitas yang tinggi dan juga memiliki jiwa berwirausaha.

Kolaborasi antara Ibu-ibu PKK RT. 04 RW. 01 Gumilir dengan mahasiswa PPG Prajabatan UMP  menjadi semangat baru untuk memanfaatkan sisa-sisa residu minyak menjadi produk yang memiliki nilai jual. Ibu Hendarti Retno Pratiwi selaku Ketua PKK RT. 04 RW 01 Gumilir menyatakan bahwa “semangat kolaborasi ini mendorong mereka untuk menjadwalkan kegiatan serupa dan menciptakan kegiatan positif yang dapat memberikan daya juang kepada masyarakat”. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK mampu membuat lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah yang mereka bawa, sekaligus membuat kemasan produk yang menarik.

Penulis : Dinna Rosiana

Leave a Comment